Bali selalu masuk daftar destinasi impian, baik untuk wisatawan lokal maupun mancanegara. Supaya liburan pertamamu lancar, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu ketahui sebelum berangkat. Berikut panduan singkat dari tim Goes Bali Travel yang setiap hari mengantar tamu berkeliling Bali.
1. Pilih waktu berkunjung yang tepat
Bali punya dua musim. Musim kemarau berlangsung kira-kira April sampai Oktober. Cuacanya cerah dan cocok untuk pantai, snorkeling, maupun trekking. Musim hujan berlangsung sekitar November sampai Maret. Hujan biasanya turun deras sebentar pada sore atau malam hari, dan suasananya lebih sepi.
Juli–Agustus dan akhir Desember adalah musim ramai. Kalau berencana datang di periode tersebut, pesan hotel dan tur jauh-jauh hari.
2. Perhatikan tanggal Nyepi
Pada Hari Raya Nyepi, seluruh Bali "berhenti" selama 24 jam. Bandara ditutup, jalanan kosong, dan wisatawan diminta tetap berada di hotel. Tanggalnya berubah setiap tahun mengikuti kalender Saka, jadi cek dulu sebelum memesan tiket. Malam sebelum Nyepi justru seru, karena ada pawai ogoh-ogoh di banyak desa.
3. Wisatawan asing wajib membayar pungutan wisata
Sejak 14 Februari 2024, setiap wisatawan mancanegara yang masuk ke Bali dikenakan pungutan sebesar Rp150.000 per orang, berlaku satu kali per kunjungan. Pembayaran bisa dilakukan lebih awal secara online lewat situs resmi Love Bali milik Pemerintah Provinsi Bali. Wisatawan domestik tidak dikenakan pungutan ini.
4. Berpakaian sopan saat masuk pura
Pura adalah tempat ibadah umat Hindu. Saat berkunjung, pakai kain (kamen/sarung) dan selendang di pinggang, serta tutupi bahu dan lutut. Di pura besar biasanya ada penyewaan kain di pintu masuk. Perempuan yang sedang menstruasi tidak diperkenankan masuk ke area pura.
5. Jangan injak sesajen
Kamu akan sering melihat canang sari, yaitu sesajen kecil dari janur berisi bunga, di trotoar, depan toko, atau di mobil. Langkahi dengan hati-hati dan jangan menginjaknya.
6. Siapkan uang tunai dan tukar di tempat resmi
Banyak tempat sudah menerima kartu dan QRIS. Meski begitu, tiket masuk objek wisata, parkir, warung, dan toilet umum sering hanya menerima uang tunai. Tukar uang di money changer resmi yang memiliki papan izin dari Bank Indonesia, dan hitung ulang uangmu sebelum meninggalkan loket.
7. Perkirakan waktu tempuh dengan realistis
Jarak di Bali terlihat dekat di peta, tetapi lalu lintas di area seperti Kuta, Seminyak, Canggu, dan Ubud bisa sangat padat. Perjalanan dari Kuta ke Ubud, misalnya, bisa memakan 1,5–2 jam. Jangan memadatkan terlalu banyak tempat dalam satu hari. Idealnya kunjungi 3–5 objek per hari.
8. Pilih transportasi yang nyaman
Transportasi umum di Bali masih terbatas. Pilihan paling praktis untuk wisatawan adalah sewa mobil dengan sopir. Kamu tidak perlu menyetir di jalur kiri, tidak bingung mencari jalan atau parkir, dan bisa mendapat cerita menarik dari sopir lokal di sepanjang perjalanan.
9. Minum air kemasan dan jaga kesehatan
Jangan minum air keran. Pilih air kemasan atau isi ulang botolmu di hotel yang menyediakan air minum. Bawa juga tabir surya, topi, dan obat-obatan pribadi, karena matahari Bali cukup terik, terutama di siang hari.
10. Hormati adat dan lingkungan
Ikuti larangan yang dipasang di objek wisata, jangan memanjat bangunan suci untuk berfoto, dan buang sampah pada tempatnya. Pemerintah Bali juga sudah membatasi kantong plastik sekali pakai, jadi membawa tas belanja sendiri akan sangat membantu.
Liburan Bali tanpa repot bersama Goes Bali Travel
Ingin liburan pertamamu ke Bali terasa santai? Goes Bali Travel menyediakan paket tur dengan sopir lokal berpengalaman. Kami menjemput langsung di hotelmu, menyusun rute yang efisien supaya waktumu tidak habis di jalan, dan merekomendasikan tempat-tempat terbaik sesuai minatmu.
- Jemput dan antar di hotel
- Sopir ramah yang mengenal Bali
- Bisa bayar DP dulu, pelunasan menyusul
👉 Lihat semua paket tur Goes Bali Travel, atau baca cara booking. Ada pertanyaan? Hubungi kami dan tim kami siap membantu menyusun rencana liburanmu.